Memang Daun Jagung Layu di Siang Hari itu Normal?
Maros, (30/10) – Pernahkah Sobat Sereal melihat daun jagung terkulai atau menggulung saat siang terik, lalu tegak kembali di pagi hari? Gejala ini umum dan tidak selalu berarti tanaman kekurangan air.
Siang Hari, Kebutuhan Air Meningkat
Pada siang hari, suhu tinggi dan udara lebih kering. Kondisi ini diukur dengan vapor pressure deficit (VPD) atau defisit tekanan uap, yaitu selisih antara tekanan uap air jenuh dan tekanan uap air aktual di udara. Semakin tinggi VPD, semakin besar dorongan transpirasi, yaitu penguapan air dari daun melalui stomata. Jika pasokan air dari akar tidak mampu mengimbangi, status air daun turun dan tekanan turgor sel berkurang sehingga daun kehilangan kekakuannya dan tampak layu.
Stomata Menutup, Fotosintesis Ikut Turun
Untuk menghemat air, jagung menutup sebagian stomatanya saat siang. Namun stomata juga pintu masuk karbon dioksida (CO₂), sehingga penutupan ini dapat membatasi fotosintesis. Penurunan fotosintesis di tengah hari pada jagung di lahan telah didokumentasikan, terutama pada hari dengan VPD tinggi. Penurunan ini bisa tetap terjadi meski irigasi memadai karena faktor lingkungan lain ikut berperan.
Layu dan Fotosintesis Turun, Apakah Sama?
Keduanya berkaitan, tetapi bukan fenomena yang sama. Layu adalah gejala visual akibat turgor (gaya atau tekanan hidrostatik di dalam sel yang mendorong membran plasma ke arah dinding sel) berkurang, sedangkan penurunan fotosintesis adalah perubahan fungsi fisiologis. Jagung dapat mengalami penurunan fotosintesis tanpa terlihat layu.
Layu di Siang Hari Berarti Kekurangan Air?
Belum tentu. VPD tinggi tidak serta-merta membuat jagung layu. Respons tanaman juga bergantung pada air di dalam tanah, kemampuan akar menyerap air, dan kemampuan jaringan menyalurkannya ke daun. Studi pada jagung bahkan menunjukkan daun menggulung lebih berkaitan dengan tanah yang mengering daripada VPD semata.
Untuk memastikan penyebabnya, petani dapat memeriksa:
- Kelembapan tanah di sekitar perakaran.
- Kondisi akar, misalnya tanah padat atau akar rusak.
- Keberlanjutan gejala seperti daun yang kembali tegak saat sejuk kemungkinan hanya layu sementara, tetapi gejala yang berlanjut hingga pagi menandakan masalah air yang lebih serius.
Semakin lama daun menggulung dalam sehari dan semakin banyak hari berturut-turut, semakin besar risiko kehilangan hasil. Jadi, layu adalah gejala yang terlihat, sedangkan penurunan fotosintesis adalah respons fisiologis yang berbeda.
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Artikel ini ditulis berdasarkan rilis pada BRMP Tanaman Pangan berjudul "Mengapa Daun Jagung Bisa Layu Saat Siang Hari?"